Minggu, 09 Agustus 2015

Media FO (Fiber Optik)

Media FO (Fiber Optik)


  • Media FO (Fiber Optik (Serat Optik)) adalah saluran transmisi yang terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain.
  • Cahaya yang ada di dalam serta optik sulit keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar daripada indeks bias dari udara. 
  • Sumber cahaya yang digunakan adalah laser karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. 
  • Serat optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah selubung dari core. Cladding mempunyai indeks bias lebih rendah dari pada core akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam core lagi.
  • Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap oleh serat optik

Pembagian Serat Optik


1. Berdasarkan Mode Yang Dirambatkan 

• Single Mode : serat optik dengan core yang sangat kecil, diameter mendekati panjang gelombang sehingga 
cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding cladding. 

• Multi Mode : serat optik dengan diameter core yang agak besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini. 

2. Berdasarkan Indeks Bias Core 

• Step Indeks : pada serat optik step indeks, core memiliki indeks bias yang homogen. 

• Graded Indeks : indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan


Komunikasi Serat Optik

• Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca. 

• Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa pesan, suara, gambar dan data digital.

 • Berkembangnya teknologi frekuensi radio menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau wireless, sebuah komunikasi dengan udara sebagai penghantar.
 • Tahun 1980-an kita mulai mengenal media komunikasi yang lain yang sekarang menjadi tulang punggung komunikasi dunia, yaitu serat optik sebuah media yang memanfaatkan pulsa cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel, total internal reflection

• Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel akhirnya tetap mudah dipasang. 

• Satu kabel serat optik disebut sebagai core. Untuk satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai transmitter dan satu lagi sebagai receiver. 

• Variasi kabel yang dijual sangat beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24 core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.

• Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT). Kabel udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas tiang. 
• Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik yang keras). Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus) dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.


Terminasi Pada Kabel Serat Optik

• Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board (OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to ethernet UTP).

• Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing. 

• Splicing menggunakan alat khusus yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh. 

• Setelah tersambung, bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan. Alat ini mudah dioperasikan, namun sangat mahal harganya. • Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan kabel, splicing dan terminasinya.

• Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam konektornya, yang paling umum adalah konektor FC. 

• Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.

• Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). 

• Dengan OTDR akan didapatkan kualitas kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. 

• OTDR ini digunakan pula pada saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.

 • Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switchnya masih mahal. 

• Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel, biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).



Keunggulan Serat Optik 


• Lebar bidang yang luas, sehingga sanggup menampung informasi yang besar. 

• Bentuk yang sangat kecil dan murah.

• Tidak terpengaruh oleh medan elektris dan medan magnetis. 

• Isyarat dalam kabel terjamin keamanannya. 

• Karena di dalam serat tidak terdapat tenaga listrik, maka tidak akan terjadi ledakan maupun percikan api. Di samping itu serat tahan terhadap gas beracun, bahan kimia dan air, sehingga cocok ditanam dalam tanah. 

• Substan sangat rendah, sehingga memperkecil jumlah sambungan dan jumlah pengulang


Kelemahan Serat Optik


• Sulit membuat terminal pada kabel serat.

• Penyambungan serat harus menggunakan teknik dan ketelitian yang tinggi.

 • Akan ada kemungkinan kehilangan sinyal, pengiriman ke tujuan yang berbedabeda dapat mempengaruhi besarnya informasi yang dikirimkan.

• Fiber masih sulit untuk disatukan dan ketika telah mencapai titik akhir maka fiber harus diterima secara akurat untuk menghasilkan transmisi yang jernih.

 • Komponen FO masih sangat mahal.









Sumber :http://rijalfadilah.net/wp-content/uploads/2011/07/Media-Transmisi-Fiber-Optik.pdf 

Topologi Dasar dan Pengembangan Topologi

Topologi Dasar dan Pengembangan Topologi


Seiring dengan kegunaan dari topologijaringan yang sangat membantu untuk mempermudah akses data ke server secara bersamaan, maka topologi jaringan ini semakin banyak penggunanya, khususnya pada perkantoran. dan seiring dengan perkembangan jaringan tersebut, maka berkembang pula macam-macam topologi jaringan komputer seperti yang ada sekarang ini.
Namun sebelum jauh-jauh kita membahas tentang macam-macam topologi jaringan, kita perlu tahu apa yang dimaksud dari topologi jaringan.
macam-macam topologi jaringan
macam-macam topologi jaringan

Pengertian Topologi Jaringan Komputer

Topologi Jaringan Komputer adalah hal yang menjelaskan mengenai hubungan geometris antara unsur-unsur dasar dari penyusun jaringan, yaitu : node, link, dan station. Hubungan geometris ini merupakan rangkaian jaringan yang tersusun dengan suatu teknik menghubungkan komputer yang satu dengan yang lainnya.
Ada 6 macam topologi jaringan yang digunakan saat ini, diantaranya adalah, Topologi Bus, Topologi Ring, Topologi Star, Topologi Tree, Topologi Mesh / Jala, dan Topologi Linear.
Setiap jenis topologi ini masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan komputer didasarkan pada kecepatan akses data, biaya, ukuran, dan tingkat konektivitas yang akan mempengaruhi kualitas jaringan.

Macam-Macam Topologi Jaringan Komputer


Pertama :

Topologi Bus

macam-macam topologi jaringan
macam-macam topologi jaringan
Topologi bus ciri utamanya ia menggunakan kabel tunggal, sehingga seluruh komputer saling terhubung secara langsung hanya dengan menggunakan satu kabel saja. Kabel yang digunakan ialah kabel koaksial, kemudian dilekatkan dengan menggunakan T-Connector, namun untuk memaksimalkan sebaiknya menggunakan kabel Fiber Optic, sebab kestabilan resistensi sehingga dengan kabel ini kita dapat mengirimkan data yang lebih baik.
Kelebihan Topologi Bus :
– Hemat dalam biaya pemasangan,
– Tidak memerlukan kabel yang banyak, dan
– Mudah untuk dikembangkan kembali.
Kelemahan Topologi Bus :
– Dalam jarak yang jauh diperlukan repeater,
– Sulit dalam mencari gangguan pada internet,
– Tidak stabil, karena jika satu komputer terganggu, jaringan akan terganggu pula,
– Sering terjadi antrian data karena tingkat lalu lintas yang tinggi, dan
– Tingkat deteksi kesalahan yang sangat kecil.

Kedua :

Topologi Ring

macam-macam topologi jaringan
macam-macam topologi jaringan
Pada jenis topologi ini sesuai dengan namanya ring atau cincin, aka seluruh komputer dihubungkan menjadi satu sehingga membentuk lingkaran (ring) yang tertutup serta dibantu oleh Token. Token ialah informasi yang berasal dari komputer sumber, dan jika ada informasi yang diterima, maka token akan memberikan data yang diminta dengan cara semua komputer akan mendapatkan sebuah signal informasi, dan informasi akan diterima sesuai dengan alamat yang dituju, serta signal akan diabaikan jika bukan alamatnya sendiri. Intinya signal akan terus dilanjutkan sampai data diterima oleh tujuan.
Kelebihan Topologi Ring :
– Mudah dirancang,
– Mudah dalam instalasi,
– Tidak menggunakan banyak kabel,
– Tingkat kerumitan pemasangan masuk dalam kategori rendah, dan
– Tidak akan terjadi tabrak data.
Kekurangan Topologi Ring :
– Jika salah satu titik jaringan mengalami gangguan, maka seluruh komunikasi dapat terganggu,
– Cukup sulit untuk dikembangkan, dan
– Peka terhadap kesalahan jaringan.

Ketiga :

Topologi Star

macam-macam topologi jaringan
macam-macam topologi jaringan
Dalam topologi star setiap komputer langsung dihubungkan dengan menggunakan Hub, Hub memiliki fungsi sebagai pengatur lalu lintas seluruh komputer yang sudah terhubung. Namun karena ia memakai proses pengiriman serta penerimaan informasi secara langsung, sehingga biaya pemasangan juga menjadi tinggi.
Kelebihan Topologi Star :
– Paling fleksibel,
– Mudah di kontrol,
– Deteksi kesalahan dengan mudah dapat dilakukan,
– Tingkat keamanan yang tinggi, dan
– Peruban stasiun mudah dilakukan serta tidak mengganggu jaringan yang lain.
Kekurangan Topologi Star :
– Biaya pemasangan yang tinggi,
– Jika titik komputer pusat terjadi gangguna, maka seluruh jaringan juga akan terganggu,
– Menggunakan banyak kabel,
– Jaringan yang sangat tergantung dengan terminal pusat, dan
– Ada kemungkinan terjadi tabrakan data dan dapat menyebabkan jaringan yang lambat.

Keempat :

Topologi Tree

macam-macam topologi jaringan
macam-macam topologi jaringan
Topologi ini merupakan pengembangan dari topologi bus dan topologi star. Ia tersusun dari kumpulan topologi star dan satu topologi bus. Nama lain dari topologi tree adalah topologi jaringan bertingkat serta digunakan untuk interkoneksi antar sentral.
Dalam jaringan ini memiliki bebrapa tingkatan simpul dan ditetapkan dengan suatu hirarki, semakin tinggi kedudukannya maka semakin tinggi pula hirarkinya. Simpul yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi dapat mengatur simpul yang lebih rendah. Data dikirim dari pusat simpul dan kemudian bergerak menuju simpul yang rendah.
Kelebihan Topologi Tree :
– Mudah dikontrol,
– Deteksi kesalahan mudah dilakukan, dan
– Perubahan dalam bentuk kelompok mudah dilakukan serta tidak mengganggu jaringan yang lain.
Kekurangan Topologi Tree :
– Cara kerja yang lambat,
– Sering terjadi tabrakan data,
– Menggunakan banyak kabel, dan
– Jika simpul yang lebih tinggi terganggu, maka simpul yang leih rendah juga terganggu.

Kelima :

Topologi Mesh / Jala

macam-macam topologi jaringan
macam-macam topologi jaringan
Topologi mesh atau jala ialah rangkaian yang saling terhubung secara mutlak, setiap perangkat komputer saling terhubung secara langsung ke setiap titik perangkat yang lain. Setiap titik mempunyai titik untuk berkomunikasi secara langsung dengan titik perangkat komputer lain yang menjadi tujuan.
Kelebihan Topologi Mesh / Jala :
– Data lebih cepat dalam proses pengiriman data,
– Dinamis,
– Data langsung dikirim ke tujuan, dan
– Jika terjadi kerusakan atau gangguan pada salah satu komputer tidak akan mengganggu komputer yang lain.
Kekurangan Topologi Mesh / Jala :
– Perlu banyak kabel,
– Proses instalasi yang sulit dan rumit,
– Biaya pemasangan yang sangat besar, dan
– Memerlukan banyak port I/O, setiap komputer memrlukan n-1 port I/O dan sebanyak n(n-1)/2 koneksi (n merupakan banyak komputer).

Keenam :

Topologi Linear

macam-macam topologi jaringan
macam-macam topologi jaringan
Topologi jenis ini merupakan pengembangan dari topologi bus, setiap kabel utama harus terhubung ke setiap titik komputer dengan menggunakan T-Connector. Dan topologi ini merupakan topologi yang paling sederhana, dengan menggunakan kabel RG-58.
Kelebihan Topologi Linear :
– Mudah untuk dikembangkan,
– Hemat kabel, dan
– Sederhana jaringannya.
Kekurangan Topologi Linear :
– Lalu lintas data yang tinggi,
– Deteksi kesalahan sangat kecil,
– Keamanan yang kurang terjamin, dan
– Kecepatan transfer data tergantung pada jumlah pengguna, kecepatan semakin turun jika pengguna semakin bertambah.









Sumber :http://www.kalope.com/pengertian-dan-macam-macam-topologi-jaringan-komputer/ 

Media Wireless LAN

Media Wireless LAN


     Wireless LAN adalah “jaringan yang menghubungkan dua atau lebih perangkat menggunakan beberapa metode distribusi nirkabel dan biasanya menyediakan koneksi melalui jalur akses ke internet yang lebih luas”.
Ada pendapat juga, Wireless LAN itu adalah sekumpulan komputer (dua atau lebih) dalam jaringan area lokal yang saling terhubung tanpa menggunakan kabel dengan media udara / gelombang sebagai jalur lintas datanya. 
     Pada dasarnya Wireless LAN sama saja dengan jaringan LAN seperti biasanya. Sama sama merupakan jaringan komputer yang saling terhubung satu dengan lainnya. Perbedaannya terletak pada media sebagai jalur lintas data yang digunakan. Pada LAN media sebagai lintas data menggunakan kabel sedangkan pada Wireless LAN media jalur lintas datanya menggunakan media radiowave / udara. Jadi untuk menghubungkan setiap device node menggunakan media wireless, frekuensi channel serta SSID sebagai identitas dari wireless device.


     Jaringan WLAN didasari pada spesifikasi IEEE 802.11 dengan varian :

– 802.11b yaitu WiFi – Wireless Fidelity dengan kemampuan transfer data berkecepatan tinggi hingga 11Mbps, band frekuensi 2,4 Ghz.
– 802.11a WiFi5 dengan kemampuan transfer data berkecepatan tinggi hingga 54 Mbps pada frekuensi 5Ghz
– 802.11g berkecepatan 54 Ghz dengan frekuensi 2,4 Ghz.

Komponen Wireless Local Area Network
Beberapa komponen Wireless LAN adalah sebagai berikut :
– Access Point
  • Alat untuk mentransmisikan data. Fungsinya mengirim dan menerima data sebagai buffer data. AP menkonversi sinyal frekuensi radio menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel atau disalurekan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversi ulang menjadi sinyal frekuensi radio.
– Antena External
  • Digunakan untuk memperkuat daya pancar
– Wireless LAN Interface
  • Merupakan alat tambahan yang dipasangkan pada PC.Disebut juga sebagai Wireless LAN Adapter USB.
– Mobile / Desktop PC
  • Perangkat akases yang sudah harus terpasang media Wireless LAN Interface baik PCI ataupun USB.


Cara Kerja Wireless LAN
Ada 3 komponen yang dibutuhkan agar komponen-komponen yang berada dalam wilayah jaringan wireles bisa sukses dalam mengirim dan menerima data, komponen-komponen tersebut adalah :
  • Sinyal Radio
  • Format Data
  • Struktur Jaringan
     Masing-masing dari ketiga komponen ini berdiri sendiri-sendiri dalam cara kerja dan fungsinya. Setiap komponen yang disebutkan diatas masing-masing komponen berada dalam lapisan yang berbeda-beda. komponen-komponen tersebut bekerja dan mengontrol lapisan berbeda.
     Wireless LAN bekerja dengan menggunakan gelombang radio yang menjalar dari pengirim ke penerima melalui free space, line of sight dan tiap sinyal pada jalur yang berbeda-beda memiliki level kekuatan, delay dan fasa yang berbeda-beda.
     Sebuah wireless LAN mengirim data dalam bentuk paket. Setiap adapter memiliki no ID yang permanen dan unik yang berfungsi sebagai sebuah alamat dan tiap paket selain berisi data juga menyertakan alamat penerima dan pengirim paket tersebut. Kemudian memeriksa kondisi jaringan sebelum mengirim paket ke dalamnya. Bila jaringan dalam keadaan kosong, maka paket lansung dikirimkan. Bila kartu mendeteksi adanya data lain yang sedang menggunakan frekuensi radio, maka ia menunggu sesaat kemudian memeriksanya kembali.
Kelebihan menggunakan WLAN dapat dilihat sebagai berikut :
  • Akses informasi real time / mobilitas. Sangat mendukung produktifitas  dan peningkatan kualitas pelayanan.
  • Fleksibel. Wireless teknologi memungkinkan suat ujaringan sampati tempat” yang tidak dapat dicapai jaringan kabel.
  • Skalabilitas. Sistem WLAN dapat dikonfigurasikan dalam berbagai tipe topologi. Konfigurasi dapat diubah dengan mudah sesuai jumlah pengguna kecil hingga infastruktur yang kompleks untuk banyak user dalam wilayah luas.
  • Mudahnya instalasi dan cepat. Proses instalasi dapat berlangsung cepat dan mengurangi kebutuhan penarikan kabel yang rumit.








Sumber : https://tukshareaja.wordpress.com/2013/11/03/mengenal-apa-itu-wireless-lan/

Wiring Horizontal dan Vertical

Wiring Horizontal dan Vertical


     Dalam membuat (menginstall) sebuah jaringan komputer kita perlu memperhatikan beberapa hal. Salah satu nya adalah sumber daya atau hardware yang di gunakan, dari banyak hardware pembentuk jaringan komputer kali ini saya akan membahas kabel dan pengkabelan jaringan komputer. seperti macam-macam kabel jaringan dan perangkat pendukung pengkabelan jaringan komputer.

1. Kabel Horizontal

     Kabel horizontal yang paling sering diimplementasikan dengan 100-ohm, empat pasangan, unshielded twisted-pair (UTP), kabel solid-konduktor, sebagaimana ditentukan dalam Standar ANSI/TIA/EIA-568 untuk pembangunan jaringan yang sudah umum. Standar ini juga menyediakan untuk pemasangan kabel horizontal untuk diimplementasikan dengan menggunakanSerat optik multimode 62.5/125-micron atau 50/125-micron.


2. Kabel Vertical


     kabel yang dipasang di Plafon atau Struktur lantai dan di dinding









Sumber :http://gumirarunurumuhamado.blogspot.com/2013/11/pengkabelan-jaringan-komputer.html 

Sabtu, 08 Agustus 2015

Media Coaxial

Media Coaxial



Selain menggunakan kabel Twisted Pair, media transmisi data wired pada jaringan komputer juga menggunakan jenis kabel coaxial.



Kabel Coaxial adalah media yang digunakan untuk perpindahan data dan informasi dalam jaringan komputer. Belakangan ini, kabel coaxial menjadi media yang paling banyak digunakan pada jenis koneksi LAN. Kabel jenis ini digunakan karena harganya yang murah dan juga mudah untuk digunakan.


Kabel coaxial secara umum memiliki karakteristik sebagai berikut :

1.       Kabel coaxial terdiri dari kabel tembaga sebagai pusat yang berfungsi menjadi media konduktor listrik; insulator plastik untuk memisahkan kabel tembaga dengan pelapis metal; pelapis metal untuk melindungi kabel dari gangguan elektromagnetik yang bersifat eksternal; dan plastic jacket untuk melindungi bagian terluar dari kabel coaxial
2.       Kecepatan transmisi data 10 sampai 100 Mbps
3.       Media dan konektor berukuran sedang
4.       Panjang kabel maksimal 500 m



Kabel coaxial biasanya digunakan pada antena TV, telepon, link komputer, dan LAN juga dapat digunakan untuk sinyal analog maupun digital. Kabel coaxial menggunakan spektrum kurang lebih 400 MHz untuk signaling.



Media coaxial berdasarkan jenis kabelnya dapat dibagi menjadi 2 tipe, yaitu :

1.       Thick Coaxial Cable (Kabel Coaxial Tebal)


Tipe kabel coaxial yang satu ini dikenal juga sebagai Thicknet 10Base5 sebagai pembawa sinyal Ethernet. Ukuran kabel tipe ini cukup bervariasi dan rata-rata diameternya kurang lebih 10 mm. Thick Coaxial Cable ini bagus untuk digunakan pada jaringan komputer LAN karena bandwidht yang dimilikinya lebar sehingga komunikasi broadband memungkinkan untuk dilakukan.

Supaya suatu kabel dapat dibilang Thick Coaxial Cable, maka harus memenuhi beberapa persyaratan berikut :

a.       Merupakan kabel Ethernet

b.      Berdiameter cukup besar
c.       Setiap ujungnya harus diterminasi dengan terminato 50 

d.      Peralatan terhubung maksimum 3 segment

e.      Setiap kartu jaringan memiliki pemancar tambahan

f.        Maksimal 100 perangkat jaringan terkoneksi pada setiap segment

g.       Panjang kabel antar segment maksimal 500 m
h.      Jarak antar segment maksimal 1500 m

i.         Setiap segment memiliki ground

j.        Jarak maksimal dari cabang kabel utama ke perangkat adalah 5 meter



2.       Thin Coaxial Cable (Kabel Coaxial Tipis)

Kabel Coaxial Tipis ini juga dikenal sebagai Thinnet 10Base2. Biasanya kabel coaxial jenis ini ditemukan di gedung-gedung sekolah. Kabel Coaxial Tipis juga memiliki beberapa persyaratan sama dengan yang tebal, diantaranya yaitu :

a.       Mempunyai diameter yang kecil
b.      Dapat digunakan sebagai pengganti Thick Coaxial Cable

c.       Setiap ujungnya harus diterminasi dengan terminator 50 

d.      Panjang kabel antar segment maksimal 185 m

e.      Maksimal 30 perangkat jaringan terkoneksi pada setiap segment
f.        Kartu jaringan tidak memerlukan pemancar tambahan

g.       Maksimal 3 segment terhubung satu sama lain

h.      Setiap segment memiliki ground


Selain berdasarkan jenis kabelnya, media coaxial juga dapat dibedakan berdasarkan jenis data yang ditransmisikan menjadi 2 bagian, yaitu :

1.       Coaxial Baseband

Jenis media coaxial yang satu ini digunakan untuk mentransmisikan data digital. Kabel yang digunakan pada jenis ini merupakan kawat tembaga keras yang menggunakan isolator plastik dan dibungkus oleh konduktor silindris. Semuanya tertutup dalam plastic jacket.

Bandwidht pada jenis ini tergantung pada panjang  kabel. Kabel coaxial jenis ini biasanya digunakan untuk sistem telepon, tapi sekarang sudah berpindah menggunakan media fiber optic.



2.       Coaxial Broadband

Jenis media coaxial yang kedua digunakan untuk mentransmisikan data analog. Pada jenis ini, menggunakan teknologi televisi kabel standar yang bisa mencapai 300 MHz dan memiliki jangkauan sampai 100 km. Jenis media coaxial yang satu ini lebih aman dari coaxial baseband.

Pada coaxial broadband, diperlukan alat elektronik penerjemah data digital menjadi analog di setiap interface.








Sumber :

-Supriyanto. Jaringan Dasar untuk SMK/MAK Kelas X Jilid 1. Kemendikbud Republik Indonesia. 2013
-Sukma, Anjik. Jaringan Komputer Konsep Dasar Pengembangan Jaringan. 
  ANDI. ISBN : 978-979-29-0508-3
-www.teknodaily.com